Mengangkat Peran Swasta Dalam Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Sidoarjo

Mengangkat Peran Swasta Dalam Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Sidoarjo

TKPKD-ASA-Sidoarjo--Perusahaan sebagai bagian dari masyarakat selalu menginginkan adanya keberlanjutan lingkungan hidup dimana tempatnya melakukan usaha. Maka dari itu, perusahaan sebisa mungkin dapat menyadari adanya sebuah tanggung jawab atas tindakan operasional yang dilakukan terhadap masyarakat dan lingkungan. Dalam pelaksanaannya CSR selama ini lebih banyak dilakukan secara sukarela (voluntary) dan kedermawanan (philantrophy), sehingga jangkauannya relatif terbatas. Setiap bisnis memiliki tanggung jawab kepada beberapa pihak utama yang berkepentingan, termasuk lingkungan, karyawan, pelanggan, investor dan komunitas, minimal yang berada dalam radius operasi usaha. Kebanyakan perusahaan beranggapan bahwa CSR dapat membantu mereka mengelola risiko, asset-aset yang kasat mata, proses-proses internal, dan hubungan dengan stakeholder internal maupun eksternal.
Peran swasta dirasa cukup penting untuk membantu Pemerintah Sidoarjo dalam upayanya mengentaskan kemiskinan. Penguatan peran swasta dalam program corporate social responsibility (CSR) dirasa cukup membantu program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo. Lantas bagaimana opini Pemerintah Sidoarjo tentang program CSR di Sidoarjo dan sejauhmana kerjasama yang dibangun diantara Pemerintah Sidoarjo dan perusahaan-perusahaan di Sidoarjo melalui Tanggung Jawab Sosial perusahaan dengan masyarakat sekitarnya? Bagaimana peran CSR di Sidoarjo dalam penanggulangan kemiskinan di Sidoarjo?
Melalui media ASA, ditemui di ruang kerjanya di Bappeda, Trisnanto yang baru terpilih menjadi Ketua Pokja Pengembangan Kemitraan Sidoarjo, menjelaskan, pihaknya akan memaksimalkan peran swasta melalui program CSR untuk membantu mengurangi angka kemiskinan. Dirinya yakin, peran CSR bisa memberikan kontribusi secara optimal. Menurutnya, Keberadaan CSR di Sidoarjo sangat penting dan sangat dibutuhkan. Ia mengatakan, sejauh ini, perkembangan CSR di Sidoarjo masih sektoral. “Dari Bappeda sendiri, saat ini masih belum ada keberanian untuk mengarahkan program-program yang ada,” lanjutnya. “Padahal potensi di Sidoarjo sangat banyak, terutama sektor dari industri kecil menengah yang kreatif dan aktif. Ada sekitar 17 ribu UMKM yang berada di Kabupaten Sidoarjo.
Seharusnya, secara ekonomi, kondisi di Sidoarjo masih lebih baik, banyak lapangan pekerjaan bisa tersedia,” katanya lagi. Trisnanto mengatakan, CSR dari perusahaan swasta harus disinkronkan dengan program Pemerintah Sidoarjo untuk menanggulangi kemiskinan. Pemda harus jeli,” kata pria yang juga menjabat di Bappeda itu. “Banyak sekali program CSR yang bisa diaplikasikan dengan program-program pengentasan kemiskinan. Dengan pola kemitraan yang terjalin dengan baik, ia yakin peran CSR bisa menjadi kunci dalam pengentasan kemiskinan,” imbuhnya.

Publish:| Selasa, 23 Mei 2017 | 20:06:41 WIB | dibaca 242 Kali . Administrator|