BPS Lakukan Pemutakhiran BDT PPLS

BPS Lakukan Pemutakhiran BDT PPLS

HUMASPROTOKOLSidoarjo - Untuk mempertajam penetapan rumah tangga sasaran program perlindungan sosial, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo lakukan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) Tahun 2015. 628 orang petugas akan diterjunkan untuk melakukan pendataan yang akan dimulai tanggal 25 Mei besok. Hal tersebut terungkap dalam Sosialisasi PBDT 2015 oleh BPS Sidoarjo di ruang rapat Delta Wicaksana kantor Setda Kabupaten Sidoarjo,Selasa, (19/5).

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum yang hadir didampingi Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah meminta semua pihak untuk mendukung terlaksananya Pemutakhiran Basis Data Terpadu tahun ini. Ia mengatakan PBDT menjadi bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan yang ada. Data tersebut sampainya akan digunakan sebagai dasar dalam pemberian berbagai bantuan perlindungan sosial. Seperti Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar serta Program Indonesia Sehat.

“Pemutakhiran Basis Data Terpadu ini akan digunakan sebagai sumber data, di dalam membidik sasaran perlindungan sosial,”ujarnya. Dalam kesempatan tersebut Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo Sukwantono mengatakan PBDT dilakukan untuk meminimalkan kekurang akuratan data rumah tangga sasaran program perlindungan sosial dari pemerintah.

Basis data terpadu yang tersedia selama ini dianggapnya sudah kurang valid. Pasalnya data tersebut adalah data empat tahun lalu yang dikumpulkan melalui kegiatan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011. “Pemutakhiran data ini merupakan kegiatan updating terhadap data PPLS 2011 dan verifikasi data penerima program yang selama ini dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),”ujarnya

Untuk itu lanjutnya, basis data terpadu yang tersedia saat ini harus di update atau diperbaiki. Hal tersebut penting dilakukan dalam rangka mendukung program percepatan penanggulangan kemiskinan. Sukwantono katakan, 628 orang petugas lapangan dilibatkan dalam pendataan dan verifikasi rumah tangga yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Sekitar 96 persen petugas tersebut merupakan mitra statistik yang direkrut dari wilayah atau kecamatan setempat.

“Kegiatan lapangan ini akan diawali dengan pelaksanaan forum konsultasi publik ditingkat desa atau RW, baru dilakukan pendataan atau verifikasi rumah tangga, ujarnya. Dalam kesempatan tersebut ia berharap seluruh kegiatan lapangan akan dimulai pada tanggal 25 Mei sampai 15 Juli 2015 tersebut dapat berjalan lancar. Sehingga rumah tangga miskin yang belum tercakup dalam basis data terpadu dapat diketahui dari hasil PBDT tahun ini (humas/git).

Publish:| Jumat, 19 Mei 2017 | 11:03:46 WIB | dibaca 115 Kali . Administrator|